"Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.
Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu—di antara kita—aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu—tapi..., bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu? "
Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu—di antara kita—aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.
Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu—tapi..., bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu? "
***
Yuna adalah seorang gadis Indonesia yang menjadi adik tiri Kim Hyu-Bin. Kim Hyu-Bin, seorang anak laki-laki yang tampan dan sering berkelahi di sekolah, tetapi ayahnya adalah orang yang sukses dalam menjalani bisnis restoran di Korea. Di ceritakan bagaimana indahnya masa kecil Yuna dan Kim-Hyu-Bin; memandang indahnya senja, berangkat sekolah bersama, belajar bersepeda. Hingga seperti mimpi buruk berubah menjadi kenyataan; Yuna harus kembali ke Indonesia. Tentu saja menjadi pukulan yang hebat untuk Kim Hyu-Bin.
Lalu momen demi momen yang manis dalam buku ini selalu membuat saya hanyut. Ceritanya begitu mengalir dengan setting tempat di Korea. Perubahan sikap Kim Hyu-Bin dalam novel ini membuat saya tersenyum, hatinya yang begitu dingin mampu meleleh dengan hadirnya cinta di antaranya. Yuna yang memiliki rasa lebih dari seorang ‘adik’, membuat konflik yang benar-benar menguras emosi pembaca. Sikap Han Chae-Rin juga membuat saya terkikik, prinsipnya dalam menilai pria kaya dalam sisi negatif juga lenyap saat tokoh Kim Hyu-Bin hadir dalam hari-harinya, padahal seorang lelaki tak kalah kayanya begitu menggilai dirinya.
Usaha seorang Yoon Jeon-Seuk patut di acungi jempol. Usaha untuk mendapatkan seorang Han Chae-Rin benar-benar hebat. Tokoh lelaki yang sangat tegar, mencoba sekuat tenaga melupakan cintanya itu, dan akhirnya bertemu seseorang yang hampir memiliki nasib yang sama. Bersama dengan teman seperjuangannya itu mereka mencoba bangkit, bersama. Konflik demi konflik, momen demi momen dalam buku ini menghasilkan sebuah buku yang sangat luar biasa.
“Tujuan novel ini sederhana, membuat kenangan tersendiri saat selesai membacanya dan membuat pembaca tersenyum saat membaca akhir ceritanya.” Kalimat ini (kalau tidak salah tulisannya seperti ini) di bagian “Thanks to” ini saya wujudkan. Ya, novel ini begitu mengesankan, dan bibir saya tak tahan untuk membentuk sebuah senyuman saat membaca ending dari buku ini. Buku yang sangat indah dari mba Arini Putri! Keep writing dan sukses dengan karya-karya selanjutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar