Suatu hari dalam
hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku
jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu
menari-nari dalam benakku.
Ada sejuta alasan
mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya
orang yang ingin kurengkuh. Kau bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah
yang teristimewa bagiku.
Tanda-tandanya sudah
jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya aku mendekatimu? Kau begitu
jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.
Dan semakin lama, aku
mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa
bersatu….
***
Semua orang miskin di dunia ini tidak berguna. Itu adalah
prinsip yang dimiliki oleh Princessa Setiawan—anak seorang direktur berdarah
Perancis dengan mata hazel—saat dirinya ditinggalkan oleh ibu kandungnya. Tapi prinsip
itu berubah seketika saat dirinya bertemu dengan Surya—cowok miskin yang sekelas
dengan Cessa dengan mengandalkan beasiswanya—semuanya berubah saat Surya
menghadang bola basket yang hampir melukai Cessa, dia menyadari ada orang lain
yang bisa melindunginya selain Benjamin Andrews—pangeran yang di takdirkan
untuk Cessa.
Setelah itu segalanya menjadi lebih ceria bagi Cessa,
berbagi salam di pagi hari, menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan dan
mendapatkan banyak pengetahuan dari Surya. Semua berjalan dengan bahagia, saat
Benji dan Cessa mulai menemukan dunia mereka masing-masing. Tapi, setelah
menemukan kebahagiaan masing-masing, Cessa dan Benji sadar bahwa mereka harus
selalu bersama. Lalu, kesalahpahaman terjadi—mengapa mereka harus terus bersama
dengan status Cessa pacar Surya dan Benji pacar Bulan?—seolah pangeran dan
putri tersebut mempermainkan Surya dan Bulan.
Lalu semua yang buruk terjadi; Surya gagal mendapat
beasiswanya, Benji memutuskan Bulan, dan penyakit Cessa memburuk. Tidak ada
yang tahu Cessa mengidap penyakit yang langka—Von Willebrand Disease. Dan kini
Surya tahu mengapa Benji dan Cessa tidak bisa di pisahkan—golongan darah yang
mengalir dalam tubuh mereka berdua sama: AB rhesus negatif.
Saya sendiri tak habis pikir cerita yang di sampaikan oleh
mba Orizuka ini memukau. Bukan cuman ceritanya yang mengharukan tapi banyak
pengetahua juga lho. Siapa yang tau penyakit apa itu Von Willebrand Disease? Selalu suka sama novel-novel mba Orizuka,
cerita yang manis dengan ending yang manis pula. Semoga di novel selanjutnya
semakin manis lagi ya J
Jika hal yang paling sulit untuk kamu lakukan adalah mengucap ‘selamat tinggal’, saat itulah kamu tahu kamu sedang
jatuh cinta.
-Bulan
-Natasya-
