Selasa, 29 November 2011

KAU a novel by Sylvia L'Namira

Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi kau adalah pengecualian. Kau muncul di sudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore. Seluruh indraku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.

“Siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak keruan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuil pun tentang dirimu. Kau misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.

Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu—aku salah.

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu. Kau membuatku merindu.

***
Cerita indah dari mba Sylvia ini baru selesai aku baca siang hari tadi. Sungguh-sungguh cerita yang mengharukan. Disajikan dengan gaya penulisan yang bagus. Cover juga sangat manis—awan berbentuk hati, yang berhubungan dengan tokoh utama yang sangat suka dengan bentuk-bentuk awan dan mempercayai arti-arti tiap bentuknya.

Jalan cerita di awal sangat aman—dalam arti tidak ada suatu konflik yang tidak biasa. Lalu, saat munculnya nama Igo, aku senyum-senyum; akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga! Bisa diartikan seperti itulah arti senyumanku.  Dan benar saja, si tokoh utama mulai memikirkannya, merindukannya, dsb. Hubungan yang mereka jalin semakin erat dan menumbuhkan rasa yang asing—jatuh cinta.

Tapi akhirnya puncak cerita muncul saat Igo dinyatakan tewas karena kecelakaan; pesawatnya jatuh dan hilang di perairan Riau. Batu hantaman yang sangat besar untuk Viola. Dan aku sangat suka nama lengkap Igo yang baru di beri tahu di tengah-tengah cerita—Giorgio Virganero. Sangat indah. Dan yang tak diduga bahwa Igo adalah teman arisan mama Viola, yang notabene suka pada Viola. Tragis dan menyesal.

Tapi aku takjub pada sosok Viola, percaya. Percaya bahwa Igo masih tetap hidup dan tetap memperjuangkan cintanya untuk Igo. Walaupun mamahnya keukeuh menyuruhnya untuk move on dan mencari pacar untuk Viola lewat anak-anak dari teman arisannya. Aku sempat geregetan dengan sifat mamah Viola yang suka memaksa dan repot-repot mencarikan jodoh untuk anaknya.

Tapi dengan segala cara Viola mencari sosok yang hilang tersebut, pertama tidak ada kabar yang membuatnya tenang, dan Viola terus mencari. Sampai akhirnya dia menmukan Igo-nya saat mengalami kecelakaan di jalur arum jeram, dan di tutup dengan ending yang manis dan bahagia .

-Ntsy- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar