Seyummu yang merekah bersamaan bunyi bidikkan lensa kameraku yang mengarah ke lengkungan manis yang terpatri di wajahmu. Seyum itu juga akan terpatri di ingatanku yang mampu membuatku belajar untuk membuat lengkungan manis itu di wajahku sendiri. Seperti dia membagikan sepotong kebahagiaan. Senja yang mampu mengembangkan senyummu lebih lebar lagi dengan warna langit yang teduh dan membuatku mampu merekahkan senyumku sendiri, tipis.
Setelah itu, kamu akan berlari kegirangan bagai anak kecil melewati tanaman ilalang dan mengajakku untuk menggapaimu menderapkan kaki bersama-sama di iringi tawa renyah yang keluar dari mulutmu. Saat kita mengeluarkan napas yang memburu karena lelah kebahagiaan aku akan membawamu ke bawah pohon beringin di ujung sana menikmati detik-detik saat matahari kembali ke peraduannya. Lalu kita mulai membicarakan apa saja yang kita mau, ngalor-ngidul sampai tak jelas arah pembicaraan kita, yang di selingi canda tawamu.
Wajahmu yang menikmati warna senja keemasan dan membuat wajahmu berkilau, mampu membuat hati kecilku merasa tenang. Dan saat warna langit meredup, kita akan meninggalkan tampat yang manis itu dan berjanji pada diri kita masing-masing , bahwa kita akan kembali ke tempat ini. Bersama-sama.
-Ntsy :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar