Selasa, 29 November 2011

"Pengurus MOS Harus Mati" a novel by Lexie Xu


Awalnya, Hanny Pelangi merasa gembira karena diminta oleh pacarnya, Benji, untuk menjadi salah satu pengurus MOS. Ia bahkan rela meninggalkan Jenny sahabatnya di Singapura dan kembali ke Indonesia hanya untuk memenuhi permintaan itu. Bersama dengan anggota Pengurus MOS lain—Ronny sang kapten tim basket yang plontos; Peter sang ketua Kelompok Pers Remaja yang congkak; Ivan sang wakil ketua OSIS yang cengeng; Violina yang kecentilan dan Mila yang lembut dan feminin (keduanya sekretaris OSIS); dan Frankie, sang biang onar yang membuat Hanny keki pada pertemuan pertama mereka—Hanny lantas mengarang enam kisah horor untuk diceritakan kepada murid baru. Mereka pikir itu akan seru, dan apa yang akan mereka lakukan itu akan membuat para murid baru itu tersiksa....
...Sampai cerita horor karangan mereka mulai menjadi kenyataan.
Benar, satu demi satu pengurus MOS yang mengarang cerita itu mengalami kejadian yang sama persis dengan cerita karangan mereka. Berbagai spekulasi pun bermunculan mengenai penyebab mengapa berbagai peristiwa naas yang mengerikan itu terjadi. Kutukan kisah horor, para murid baru yang dendam pada pengurus MOS, ada pihak yang tidak senang dengan mereka... Bersama dengan Frankie yang senantiasa membuatnya deg-degan, Hanny mencoba menyibak misteri di balik kejadian-kejadian ganjil ini.
Namun, semuanya mulai terasa membingungkan saat ia menyadari satu hal. Semua petunjuk tentang pelaku kejadian ini mengarah pada Jenny, sahabatnya.
***

TADAAAA! Inilah buku kedua dari novel OBSESI. Dan aku harus memberikan alasan pada mba Lexie dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku datang ke tempat peminjaman buku bersama 2 temanku dan langsung menyerbu bagian novel, siapa tahu ada novel baru yang menarik, dan ternyata temanku mendapatkan novel yang langsung dia tarik dari rak buku, tiba-tiba temanku yang satu ini berteriak histeris dan aku yakin mampu menarik perhatian semua pengunjung saat itu. Karena penasaran aku mendekat ke temanku yang kukira sudah gila—dan ternyata aku langsung berbinar-binar saat melihat apa yang membuat temanku histeris tadi. Aku melihat novel dengan judul “Pengurus MOS Haru Mati”. Lalu, temanku yang satu nimbrung “AKU MAU PINJEM!” Sial. Pikirku pasti aku yang menjadi terakhir meminjam buku ini diantara mereka. Temanku yang menemukan duluan pasti peminjam pertama dan temanku yang nimbrung menjadi peminjam kedua jadi udah pasti aku jadi peminjam terakhir karena aku kalah cepat. Dan maaf untuk kedua kalinya juga kepada mba Lexie kalo aku tidak membeli buku mba yang kedua ini, karena aku tidak tahu kalau novel mba keluar saat aku hunting di tempat peminjaman buku. Berbeda jalan cerita jika aku sedang hunting ke Gramedia, pasti sudah kubeli.

Nah, dibuku ini lebih menceritakan bagaimana petualangan Hanny sebagai pengurus MOS dengan di dampingi seorang lelaki bernama Frankie. Cerita sangat menarik di mana pengurus MOS mempunyai ide untuk membuat cerita seram tetang sekolah mereka untuk di ceritakan pada murid peserta MOS, yang dengan maksud hanya ingin menakuti mereka. Ada 6 cerita seram yang sudah dibuat-buat oleh pengurus MOS dari 6 orang yang membuatnya.

Cerita yang menarik sekaligus menyeramkan dan sangat horor. Bagaimana tidak? Cerita yang tadinya hanya menjadi bahan untuk menyiksa murid baru itu satu-satu menjadi kenyataan dengan korban yang notabene adalah pengurus MOS yang mengarang cerita tersebut. Semua berpikir bahwa itu semua adalah ulah salah satu muris baru yang tidak suka pada pengurus MOS.

Lalu, Hanny mencari tahu apa yang terjadi di balik semua kejadian yang sudah menimpa satu demi satu temannya—yang pasti selalu di temani Frankie. Mba Lexie sangat pintar dalam menyusun jalan cerita. Di tambah dengan gaya bahasa yang bagus. Tidak jauh beda dengan buku pertama, dibuku kedua ini juga pasti ada rasa was-was ketika membacanya, deg-degan, dan tangan berkeringat.

Tapi dibuku kedua ini mungkin sempat ada rasa lega, karena tokoh Johan tidak muncul—salah besar. Lagi-lagi aku harus mengakui bahwa mba Lexie memang keren. Dan mulai nanti tidak akan meremehkan novel mba Lexie dengan percaya diri aku menebak siapa pelaku dari kejadian tersebut. Karena di akhirnya cerita nama Johan keluar sebagai dalang lagi. Dan bulu kudukku langsung merinding membaca nama Johan sebagai dalangnya.

Ending yang sangat ‘WOW’ karena akhirnya Hanny bersama Hanny dan mau tidak mau aku harus memberi selamat pada Johan karena dia kembali.

-Ntsy-

KAU a novel by Sylvia L'Namira

Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi kau adalah pengecualian. Kau muncul di sudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore. Seluruh indraku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.

“Siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak keruan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuil pun tentang dirimu. Kau misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.

Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu—aku salah.

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu. Kau membuatku merindu.

***
Cerita indah dari mba Sylvia ini baru selesai aku baca siang hari tadi. Sungguh-sungguh cerita yang mengharukan. Disajikan dengan gaya penulisan yang bagus. Cover juga sangat manis—awan berbentuk hati, yang berhubungan dengan tokoh utama yang sangat suka dengan bentuk-bentuk awan dan mempercayai arti-arti tiap bentuknya.

Jalan cerita di awal sangat aman—dalam arti tidak ada suatu konflik yang tidak biasa. Lalu, saat munculnya nama Igo, aku senyum-senyum; akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga! Bisa diartikan seperti itulah arti senyumanku.  Dan benar saja, si tokoh utama mulai memikirkannya, merindukannya, dsb. Hubungan yang mereka jalin semakin erat dan menumbuhkan rasa yang asing—jatuh cinta.

Tapi akhirnya puncak cerita muncul saat Igo dinyatakan tewas karena kecelakaan; pesawatnya jatuh dan hilang di perairan Riau. Batu hantaman yang sangat besar untuk Viola. Dan aku sangat suka nama lengkap Igo yang baru di beri tahu di tengah-tengah cerita—Giorgio Virganero. Sangat indah. Dan yang tak diduga bahwa Igo adalah teman arisan mama Viola, yang notabene suka pada Viola. Tragis dan menyesal.

Tapi aku takjub pada sosok Viola, percaya. Percaya bahwa Igo masih tetap hidup dan tetap memperjuangkan cintanya untuk Igo. Walaupun mamahnya keukeuh menyuruhnya untuk move on dan mencari pacar untuk Viola lewat anak-anak dari teman arisannya. Aku sempat geregetan dengan sifat mamah Viola yang suka memaksa dan repot-repot mencarikan jodoh untuk anaknya.

Tapi dengan segala cara Viola mencari sosok yang hilang tersebut, pertama tidak ada kabar yang membuatnya tenang, dan Viola terus mencari. Sampai akhirnya dia menmukan Igo-nya saat mengalami kecelakaan di jalur arum jeram, dan di tutup dengan ending yang manis dan bahagia .

-Ntsy- 

Minggu, 27 November 2011

Kenangan.

Seyummu yang merekah bersamaan bunyi bidikkan lensa kameraku yang mengarah ke lengkungan manis yang terpatri di wajahmu. Seyum itu juga akan terpatri di ingatanku yang mampu membuatku belajar untuk membuat lengkungan manis itu di wajahku sendiri. Seperti dia membagikan sepotong kebahagiaan. Senja yang mampu mengembangkan senyummu lebih lebar lagi dengan warna langit yang teduh dan membuatku mampu merekahkan senyumku sendiri, tipis.

Setelah itu, kamu akan berlari kegirangan bagai anak kecil melewati tanaman ilalang dan mengajakku untuk menggapaimu menderapkan kaki bersama-sama di iringi tawa renyah yang keluar dari mulutmu. Saat kita mengeluarkan napas yang memburu karena lelah kebahagiaan aku akan membawamu ke bawah pohon beringin di ujung sana menikmati detik-detik saat matahari kembali ke peraduannya. Lalu kita mulai membicarakan apa saja yang kita mau, ngalor-ngidul sampai tak jelas arah pembicaraan kita, yang di selingi canda tawamu.

Wajahmu yang menikmati warna senja keemasan dan membuat wajahmu berkilau, mampu membuat hati kecilku merasa tenang. Dan saat warna langit meredup, kita akan meninggalkan tampat yang manis itu dan berjanji pada diri kita masing-masing , bahwa kita akan kembali ke tempat ini. Bersama-sama.

-Ntsy :)

"OBSESI" a novel by Lexie Xu


Halo, namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagaikan deretan mimpi buruk.

Pertama-tama, aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.

Kedua, dua teman sekelasku yang memiliki nama yang sama denganku mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan?

Ketiga, aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang sudah kudiami selama enam tahun terakhir ini. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih dan berambut panjang serta seorang anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak saja di rumahku muncul kejadian misterius.

Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget?

Atau ada misteri lain di balik semua ini?


***

Novel yang pintar mempercepat detak jantung para pembaca dengan bau misterius yang sangat kental di sajikan dalam novel ini. Mungkin bisa diliat dari sisi cover buku, kalo novel ini pasti tentang hantu yang membunuh seorang gadis SMA. Dulu aku sempat berpikir seperti itu saat pertama kali liat covernya, tapi setelah baca sinopsis yang ada di belakang, baru aku mulai tertarik dengan novel ini. Akhirnya dengan rasa penasaran yang makin besar aku akhirnya pinjam novel ini (maaf loh mba Lexie, aku ga beli novelnya yang ini, bukan soal ga modal-_-v) ke tempat peminjaman novel dekat sekolah.

Lembar demi lembar aku baca, pertama-tama di ceritakan tentang pengenalan tokoh utama dan yang lainnya, lalu persamaan nama ‘Jenny’, dilanjutkan dengan hubungan persahabatan yang harmonis antara Jenny dan Hanny. Lalu setelah itu konflik demi konflik di sajikan dengan permainan kata yang bagus dari mba Lexie membuat pembaca antusias membacanya. Lalu datangnya tokoh Tony dan Markus, yang menuntun Jenny ke rusaknya persahabatan antara Jenny dan Hanny gara-gara Tony yang menerima taruhan teman-temannya. Aku prihatin banget sama Jenny pas adegan dia di caci-maki sama Hanny gara-gara di tuduh dirinya merebut Tony. Nah, baru setelah itu keluar kata-kata kutukan Hanny yang membuat Jenny galau.

Sumpah, jantung aku deg-degan banget waktu satu demi satu nama ‘Jenny’ kena musibah, soalnya kena musibahnya bener-bener serem. Tapi datanglah bala bantuan dari Tony dan Markus-yang-ikut-ikutan bak superhero nyelametin cewe yang diikat di atas rel. Nah, aku paling suka bagian Tony sama Markus yang nyelidikin rumah Jenny dengan gaya detekif mereka, satu demi satu misterius terungkap bahwa rumah yang jadi rumah Jenny itu dulu tempat tinggal Johan. Pas bagian ini aku sempet merinding juga, mikirin gimana orang psikopat kayak Johan bisa berkeliaran di rumah Jenny dengan lebih tau seluk-beluk rumah itu. Dan yang paling bikin merinding adalah saat Jenny,Tony,dan Markus udah tau bahwa Johan yang menjadi dalangnya, Hanny lagi berdua di rumah sang psikopat. Jantung mulai deg-degan saat mereka bertiga sampai di rumah Johan. Pas udah sampai di adegan di mobil yang aku kira akan menemukan ending seperti ‘mereka semua hidup bahagia selamanya’ dan ternyata jauh dari kata-kata ‘bahagia’ dan malah ‘sangat menyeramkan’. Ending yang misterius, seram, merinding, deg-degan, di campur tangan yang basah. Sumpah, ngeri bener kalo orang bisa 2 suara kayak Johan, sakit jiwa bener. Boleh sih say goodbye, tapi itu say goodbye paling bikin bulu kuduk meremang. Top markotop deh buat mba Lexie.

Nah, begitu aku selesai baca tuh novel, akhirnya aku bisa menghela napas dan dapat menerima ending yang happy karena Johan masuk RSJ. Tapi, aku salut banget sama mba Lexie, pinter bikin surprise. Pas baca halaman belakang ada surprise nih novel bakal berlanjut. Merinding soal Johan, penasaran sama lanjutannya.

-Ntsy-